Postingan

Ngudarasa Kondisi Jogja

Jalan di Kota Jogja beda dengan di Kabupaten. Jalan di Kota Jogja relatif bersih karena hampir tiap hari disapu. Sementara di Kabupaten dibiarkan-diserahkan pada penghuni di dekat jalan yang bersangkutan. Hal demikian bisa dilihat misalnya dengan membandingkan Jl. AM. Sangaji dengan Jl. Nyi Tjondroloekito. Jl. AM. Sangaji yang masuk wilayah kota hampir selalu dalam kondisi bersih. Sementara JL. Nyi Tjondroloekito hampir selalu kotor. Apakah kondisi seperti ini juga terdapat di ruas-ruas jalan lain, saya tidak tahu. Saya hanya merasa sayang saja melihat hal yang demikian. Seandainya (berandai2) semua ruas jalan di Prop. DIY bersih, demikian juga pekarangan, sungai, selokannya juga bersih, tentu Jogja akan sungguh nyaman. Belum lagi berjibunnya kendaraan bermesin di Jogja hingga ke relung-relung kabupaten menyebabkan jalan di wilayah ini seolah tidak mampu menampungnya. Padat, sumpeg, sesak, bising, semrawut, penuh polusi. Sementara jumlah kendaraan bermotor (bermesin) di Jogja terus ber...

Sunan Amangkurat I dan Ratu Malang

Makam Ratu Malang, salah satu istri Sunan Amangkurat Agung(1645-1677) terletak pada sebuah bukit yang dinamakan Bukit Sentono. Akan tetapi bukit ini lebih dikenal dengan nama Gunung Kelir karena kompleks makam Ratu Malang tersebut dilingkupi pagar tembok yang pada bagian luarnya digambari wayang. Cara penggambarannya pun unik karena dilakukan dengan menakik atau menggores dinding tembok tersebut. Gunung Sentono/Kelir terletak di Dusun Sentono, Kalurahan Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Tempatnya tidak begitu jauh dari lokasi puing-puing Keraton Mataram Pleret. Untuk menuju tempat ini bisa dilakukan dengan kendaraan roda 2 maupun 4. Namun setelah sampai di bawah bukit pengunjung harus berjalan kaki pada jalan setapak (jalan tikus). Pada sisi barat dari nisan Ratu Malang terdapat nisan lain dari tokoh yang juga terkenal pada masanya, yakni Ki Panjang Mas. Ki Panjang Mas adalah suami dari Ratu Malang sebelum Ratu Malang diambil oleh Sunan Amangkurat Agung sebagai istri kesayang...

Warung Jadul Sidosemi Kotagede

Warung ini benar-benar memvisualisasikan nuansa jadul. Menu istimewanya adalah burjo dan bakso. Kejadulan warung ini di antaranya bisa dilihat dari papan namanya yang lusuh, lawas, dan bahkan tidak begitu menyolok dari jalan. Daftar harganya pun demikian: dituliskan memanjang ke bawah. Daftar harga dari tahun 60-an pun masih disimpan di warung ini. Ada juga daftar harga yang dituliskan dalam huruf Jawa. Warung ini bagi warga Kotagede membawa kenangan tersendiri. Pasalnya ketika masih kanak-kanak-remaja banyak dari mereka pernah makan di warung ini. Ketika mereka beranak pinak di luar kota mereka sering merindukan kembali warung ini. Nah, ketika mereka mudik mereka sering menyempatkan diri makan di warung ini sambil kumpul teman sekampung mengenang masa lalu masa kanak-kanak dan remaja mereka di Kotagede. Uniknya bakso di Warung Jadul ini dilengkapi dengan irisan tomat. Burjonya juga berasa lain dibanding burjo yang banyak dijual oleh warung-warung pinggir jalan yang kebanyakan dijajaka...

Kuliner Jogja

* Gudeg Wijilan, Wijilan, Njeron Benteng Keraton Yogyakarta * Gudeg Pincuk Mbok Sadem, Jl. Hos Cokroaminoto, Wirobrajan, Yogyakarta * Gudeg Lesehan (malam) Barat Tugu Jogja-Gondomanan, Yogyakarta * Warung Makan Bu Kudo, Jl. Ibu Ruswo, Gondomanan, Yogyakarta * Bakmi Pak Kadin, Bintaran, Yogyakarta * Bakmi Bu Ning, Perempatan Tamansari ke barat-masuk gang ke utara, Yogyakarta * Bakmi Doring, Jl. Wachid Hasyim, Yogyakarta * Sate Kelinci, Kompleks wisata alam, Kaliurang, Sleman * Abon Ikan Tuna, Perum Kayen, Condong Catur, Jl.Kaliurang km7,5 Sleman * Kripik Salak Pondoh, Jamblangan, Purwobinangun, Pakem, Sleman * Suwar-suwir Salak Pondoh, Kembangarum, Donokerto, Turi, Sleman * Sate Ayam Kampung Pak Kromo, Jl. Mataram, Yogyakarta * Peyek Jingking + Undur-undur, Pantai Depok, Pantai Parangtritis, Bantul * Geblek dan Besengek Tempe Benguk, Bejaten, Jatisarono, Nanggulan, Kulon Progo * Brongkos Koyor, Bawah Jembatan Krasak, Warung Ijo, Tempel, Sleman * Sop Buntut Goreng, Aneka Masakan Ikan, Re...

Beberapa Kuliner di Jogja

1. Wedang Uwuh, Kompleks Makam Imogiri, Bantul 2. Pecel Kembang Turi, Kompleks Makam Imogiri, Bantul 3. Peyek Mbok Tumpuk, Jl. KH. Wachid Hasyim, Bantul 4. Gudeg Juminten, Kranggan, Yogyakarta 5. Gudeg Bu Amat, Barek, Utara Kampus UGM, Sleman 6. Sate Klatak, Pasar Wonokromo, Pleret, Bantul 7. Gule Balung (Thengkleng), Jodhog, sebelah perempatan Palbapang, Bantul 8. Gudeg + lele bakar pedes Bu Marto, Ngireng-ireng, Sewon, Bantul, belakang ISI 9. Bakmi Code, Code, Trirenggo, Bantul 10. Bakmi Pele, Alun-alun Utara, Yogyakarta 11. Gule Banyak (Angsa), Tongseng Emprit (Pipit), Pulo Segaran, Tembi Rumah Budaya, Bantul 12. Sega Abang Lombok Ijo, Semanu, Gunung Kidul - Wanagama, Patuk, Gunung Kidul 13. Mie Pedes (Mie Pentil) Srihardono, Pundong, Bantul 14. Gudeg Manggar, Nagasari, Trirenggo, Bantul (sebelah timur rumah dinas Bupati) 15. Sega Godhog, Gandok, Bangunharjo, Sewon, Bantul 16. Nasi Welut, Sebelah selatan Pasar Godean, Sleman 17. Welut dan tape singkong, Pasar Godean, Sleman 18. Sate...

Misteri Ratu Malang 2

Ratu Malang diambil istri oleh Sunan Amangkurat I dalam kondisi hamil sekitar dua bualn. Jadi ketika ia menjadi istri Amangkurat sebenarnya ia telah mengandungi benih dari suaminya, Kyai Panjang Mas. Perihal pengambilan istri Ratu Malang oleh Amangkurat I ini memunculkan dua versi pendapat. Versi pertama menyatakan bahwa Ratu Malang diambil oleh Amangkurat I setelah suaminya meninggal. Jadi, ketika diambil oleh Amangkurat, Ratu Malang berstatus sebagai janda. Akan tetapi versi kedua menyatakan bahwa Kyai Panjang Mas meninggal karena rekayasa yang dilakukan oleh Amangkurat I melalui para pengikutnya. Jadi, versi kedua menyatakan bahwa Kyai Panjang Mas tewas di kaki tangan Amangkurat I. Ratu Malang demikian dikasihi oleh Amangkurat I karena ia dianggap sebagai wanita yang paling mengerti dan paling bisa melayani nafsu badaniah Amangkurat I. Tidak mengherankan jika masuknya Ratu Malang dalam lingkungan istana Mataram dengan segera dapat menggeser kedudukan istri-istri atau selir-selir raj...

Misteri Ratu Malang

Situs atau Makam Ratu Malang dan dalang Kyai Panjang Mas terletak di Gunung Sentono atau Gunung Kelir, Dusun Sentono, Kalurahan Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Propinsi DIY. Lokasi ini dapat ditempuh melalui Jl.Parangtritis-Pertigaan Tembi-ke timur (arah Pleret/Jejeran)-mentok-belok ke kiri-Pasar Pleret-belok ke kanan mentok. Makam Ratu Malang ini terletakk agak berjauhan dengan makam mantan suaminya, Ki Dalang Panjang Mas. Kompleks makam diberi pagar berupa susunan batu putih yang membentuk semacam pagar tembok-benteng. Ketinggian pagar ini kira-kira 3-4 meteran. Ketebalan tembok pagarnya sekitar 1-1,5 meter. Makam Ratu Malang berada di puncak sebuah bukit yang dinamakan Bukit atau Gunung Kelir. Gunung Kelir dinamakan demikian karena terdapatnya tembok pagar makam yang digambari wayang dengan cara digurat atau ditakik. Gambar-gambar wayang yang berjajar-jajar di sepanjang permukaan tembok pagar inilah yang kemudian dianggap sebagai, atau seperti kelir wayang dalam pementas...